Tampilkan postingan dengan label Kata-Kata Bijak. Tampilkan semua postingan

Kisah yang Hilang



KISAH YANG HILANG

Untuk kita yang menomor satukan ego & gengsi

Untuk kau yang dengar kan ocehan mereka

Apa untuk aku yang kehabisan cara???

Ku ingat saat kita ucap kan impian kita

Untuk menaklukkan tembok besar cina

Kita cium puncak himalaya

Dan kita rayakan kemenangan di kota romantis vannesia

Impian itu hampir ku lupakan

Impian itu hampir hilang dari ingatan

Dan tidak sengaja ku temukan lagi impian itu

Dalam lubang kecil di taman gantung babylonia

Jika AKU KAMU


JIKA AKU KAMU

Terimakasih kau sempat berhenti di hati ku

Terimakasih juga untuk hati yang sempat kita satukan dulu

Apa yang kita banggakan itu telah pergi

Jauh dari apa yang kita rencanakan

Untuk kita yang seolah2 tak saling mengenal

jika aku jadi kamu

pasti aku rapuh...

jika itu aku...

aku pasti jatuh----

         sudah ku bilang jangan berlari??

         sudah ku bilang jangan di kejar??

ah,ternyata kau tetap pada pendirian mu..

biar kamu yang tau ...

biar kamu yang rasa..

tapi jujur aku tidak mengerti kamu

        sampai kamu ajarkan sendiri

        bagaimana seharusnya aku mengerti

        tapi ku rasa terlalu pagi untuk mengerti

        aku belum tau kamu.....

        belum mengerti kamu....

        dan belum mampu tuk jadikamu  

jad,i kamu tetaplah jadi dirimu

aku masih tetap dan akan terus menjadi diriku..

sampai tuhan melihat jalan kita tidak terlalu berlawanan...

Tentang Aku



TENTANG AKU

" Seorang yang aku tau begitu tenang. Yang lebih memilih diam dan menjadi penikmat. Selalu setia mendengar hingga sang lawan bicara pada akhirnya lega. Selalu menyaring lontaran dari bibirmu, mungkin sejak di kerongkongan. Aku selalu ingat senyummu, yang menenangkan, dan wajahmu teduh. Sangat teduh ketika aku memandangmu.

Boleh tidak aku bilang kalau kamu itu selalu cari aman? Entah ini hal positif atau negatif, namun terkadang sikap cari aman-mu ini membantu kamu untuk tidak “bermasalah”. Dan aku tau, kamu punya duniamu sendiri tanpa pintu atau jendela bahkan celah bagi orang lain untuk sekedar mengintip. Hanya kamu sendiri disana, seorang diri.

Satu-satunya orang yang mengerti makna berhenti, koma, jeda, spasi, atau apalah itu , ketika sudah jenuh, lelah. Bagiku ketika kita memaknai hal itu bersama, aku menaruh harap padamu, kita bisa melakukan pelarian bersama, menyendiri berdua. Kutunggu kamu".